Thursday, April 3, 2025
No menu items!
HomeUncategorizedPenataan K2 Disperkimta 13 Miliaran Rupiah "Cukup Pantastis”Diduga Proyek Tanpa Tender ”Dan...

Penataan K2 Disperkimta 13 Miliaran Rupiah “Cukup Pantastis”Diduga Proyek Tanpa Tender ”Dan Cacat Hukum  

1.Kadis Perkimta Aries Kurniawan.Gambar 2.Jalan Kemiri VII. Lampu Tenaga Surya tidak berpungsi atau tidak menyala lagi,3.Lampu tersebut menyala berumur 2 bulan.

Tangsel,JS.com – Proyek Penataan Kawasan Kumuh (PK2) senilai Rp.13 miliaran rupiah cukup luar biasa dana tersebut diambil dari APBD Pemkot Tangsel di kerjakan melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) anggaran tersebut dialokasikan di 2 Keluharan Pondok Cabe Udik dan Pondok Benda proyek PK2 sa’at ini sudah rampung di kerjakan di bulan juli 2023.

Proyek PK2 ini, wilayah kerja terdiri dari 7 Rt Rw yaitu : Rt 01/04, Rt.02 Rw 03, Rt 03 Rw 03, Rt 05 Rw 04 dan Rt.01/11 berada di Kelurahan Pondok Cabe Udik berjumlah di 5 wilayah RT dan begitu juga di Kelurahan Pondok Benda ada 2 Rt titik kerja yaitu Rt 03 Rw 09 dan Rt.06 Rw 05., Ini menurut hasil laporan kerja Disperkimta Tangsel melalui press realease ada di 7 wilayah Rt/Rw proyeknya sudah selesai di kerjakan. untuk sementara proyek puluhan miliaran itu di duga menimbul bencana bagi warga di Rt  03 Rw 01 dan Rt.01 Rw 011 Kelurahan Pondok Cabe Udik.  

Lampu Tenaga Surya Mati Dugaan Rawan Jin :   

Menurut warga Rt.01/11 bernama Ibu Dewi bersama Suami sebagai ibu rumah tangga ketika di temui,mengatakan kepada Media JS” bahwa proyek PK2 Disperkimta Tangsel yang di kerjakan dan membenahi saluran air (got) serta menyediakan lampu tenaga surya sudah terealisaikan hampir 1 tahun ,namun sayangnya lampu penerangan tersebut sepanjang Jalan Kemiri VII dan Jalan Kemiri I ini sebanyak 38 unit khusunya Rt 01 tidak ada satupun lampu berpungsi atau tidak menyala, hanya waktu pertama pemasangan saja lampu ini menyala – nyala itu cuma menjelang 2 bulan saja’ setelah itu tidak lagi hidup lampu sampai sekarang.katanya.

Selanjutnya, menurut warga yang lalu lalang di jalan Kemiri VII ini nampak gambar di atas, dugaan kuat rawan Jin kalau melewati jalan tersebut di malam hari’ badan terasa merinding karena suasana gelap dan jalan di batasi tembok gudang serta gedung yayasan yang sudah tahunan lamanya di tinggalkan oleh pemiliknya.       

1.Gambar pertama saluran got airnya tidak berpungsi. 2.Beda Rumah tanpa tender dugaan dikerjakan oleh Disperkimta Tangsel

Bencana timbul :

Begitu juga keluhan datang dari warga Rt 03/01 yang bernama Ibu Dewi, mengatakan” Di jalan Kayu Putih 1’ warga disini sangat kecewa sekali hasil kenerjanya Disperkimta Tangsel dan tidak memuaskan sekali apa yang di gulirkan proyek PK2 .pada waktu itu” sebelum adanya proyek pembenaan saluran air itu’ disini saluran airnya sangat lancar – lancar saja dan air langsung meresap ke tanah karena disini masih banyaknya pohon – pohon dan pohon pisang sekarang sudah berkurang.

Lanjut Dewi, semenjak di buatnya saluran air atau Got (darnase) timbullah bencana bagi warga,yakni : Tiba musim hujan kebanjiran’air tergenang tidak ada penampungan atau pembuangnya karena saluran air ini cukup curam sebab dari jalan utama kalau kita masuk ‘ itu jalanya tinggi’ terus kesininya jalan menurun. begitu juga dari rumah ibu Munaroh jalannya agak tinggi jadi kedua jalan ini bertemu dirumah saya (Dewi) di sinilah tempat bertemunya titik air dan terendah, akhirnya menimbulkan genang air bukan genangan air saja yang terjadi di got ini tetapi telah banyak bermunculan jentik – jentik nyamuk. di duga DBD wabah nyamuk ini akan menimbulkan bencana deman.

Bermunculan jentik nyamuk mengacam warga :

Tempat yang sama: Munaroh ibu rumah tangga Rt 03/01,mengatakan keluhannya “ kepada JS,adanya Proyek PK2 yang di gulir oleh Pemkot Tangsel melalui Disperkimta membuat saluran air di jalan Kayu Putih 1 sejak bulan 7  2023 kini sudah rampung namun di balik itu menimbulkan bencana bagi warga di sekitarnya,yaitu” datangnya musim hujan saluran got tidak lancar menimbulkan banjir di perkirakan tinggi air setinggi lutut orang dewasa dan sisa banjir itu airnya tergenang digot disitu berkembang biaknya jentik- jentik nyamuk membuat warga tidak nyaman.kata Munaroh.Keterangan Bu Munaroh,jentik – jentik nyamuk tidak menimbulkan demam berdarah‘ tetapi bisa saja terjadi kita kan tidak begitu tahu sebagai warga.

Selain itu,Ketua Rt.06/05 Tatang kelurahan Pondok Benda” mengatakan,Proyek Penataan Kawasan Kumuh,sudah terealisasikan pembenahanya salur got panjang sekitar 1000m, pemasangan ubin di gang – gang sudah terpasang dan selesai. begitu juga pemasang lampu bertenaga surya sebanyak 200 unit telah selesai sekitar 10 bulan yang lalu tahun 2023, Tatang”menjelaskan,Proyek penataan kawasan kumuh ini tidak ada bendera PT /CV atau plang perusahan kontraktornya. yang ia tahu hanya kerjaan proyek.ujarnya   

Begitu juga” Ketua Rt.03/09 Rojak Abdul Sugandi,kelurahan Pondok Benda” menjelaskan, wilayahnya dapat pembenaan saluran air atau got kurang lebih sepanjang 100m, sepiteng dan Bdahrumah sudah selesai tahun 2023, namun tidak nampak plang perusahanatau atau nama PT dan CV yang mengerjakan.katanya  

Hasil Pantau :

Tim JS, hasil peninjauan di lapangan banyak sekali keluhan – keluhan dari masyarakat tentang proyek PK2 ( Dugaan Semantara Poyek PK2 di kerjakan oleh Disperkimta sendiri atau penunjukan langsung ) :

1.Di wilayah Rt.3/1 : warga ( Ibu Dewi & Ibu Munaroh ) hasil keluhan :

   menimbulkan rawan banjir dan jentik – jentik nyamuk di perkirakan

   berdampak demam berdarah  (Istalah Bhs Barat DBD).

2.Di wilayah Rt.1/11 warga (Dewi & Endrik) hasil keluhan : sebanyak 38 unit

   lampu bertenaga surya padam total menimbulka gelap gulita sudah 10 bulan.

3.Keterangan warga : pejalan kaki dan bermotor yang lalu lalang bahwa di Jalan

   Kemiri VII rawan Setan bin Jin ketika melintas badan rasahnya merinding

   karena.penerangan lampu kurang hanya ngandalkan lampu PLN. 

4.Di wilayah Rt.01/11 : warga (Ketua Pak Sabudin & Ibu Nita ) hasil keluhan : 

  1.Lampu tenaga surya di minta 42 unit di beri 38 unit.

  2.Pengajuan Gapura & Taman di tolak di Rt.01/11 Jalan Kemiri VII

     pembenaan saluran got di perkirakan kurang 100m dugaan semantara kurang

     memuaskan.

 3.Pembenaan salur Got di jalan Kayu Putih 1 Rt.03/01 di perkirakan 100m

5.Begitu juga got atau saluran air di Jalan Kemiri Raya di kerjakan oleh

   Disperkimta menurut Ketua Rt.5/4 M.Nur di perkirakan 100m dan pengajuan

   perbaikan sipiteng belum ada jawaban, Ketua Rt ketika ditanya apa nama

   PT/CV yang mengelola proyek PK2 ,Ia menjawab tidak tahu dan nama –

   nama PT itu sama sekali tidak ada.

6.Di wilayah Rt.04/01 Ketua Rt nya Rolis, pengajuan lampu surya 25 unit diberi

   24 unit dan satu unit Beda Rumah berukuran 5×6 sudah terealisasikan.      

Keterangan sementara dari Ketua Rt dan warga, bahwa saluran air di buat rata – rata 10m dan 100m panjangnya,hanya satu 1000m panjangnya terdapat di Rt.6/5 di kelurahan Pondok Benda, ada 5 titik saluran air dugaan resmi dan 2 saluran air tidak resmi berada di Rt.01/01 dan Rt.03/01 kelurahan Pd Cabe Udik namun tetap di kerjakan sudah selesai.

Proyek PK2.Rp 13 Miliaran Rupiah Disperkimta Tangsel ini di ”DUGA” pengelembungan anggaran cacat hukum sebab dalam pelaksanaan proyek tidak tercantum nama PT ataupun CV di dalam Layanan Pengadaan’ dan tender tersebut sudah di batalkan karena di temukan kesalahan dalam Dokumen Pemilihan atau Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden (Kepres) No.16 Tahun 2018, namun proyek tersebut tetap di laksanakan (Dikerjakan) juga kuat dugaan adalah proyek ”Tanpa Tender” secara diam – diam di kerjakan oleh Disperkimta sendiri.

Begitu juga menurut siaran pers realease dari Disperkimta di berikan kepada Tim JS di bulan 5/2024 lalu tidak tercantum nama PT atau CV pemenang tender. Namun tercantum di surat undangan No.600.1.14/115.1-PPKK – Pemukiman,Yakni : Lurah – Setkel – Ketua RT – Ketua RW – BKM Kelurahan – Tokoh – Tokoh Masyarakat – PT Bighi Konsultan Prakarsa dan CV.Mendavanejadi Kontraktor,

Selanjutnya, 2 perusahan ini sementara sebagai undangan bukan sebagai pelaksanaan proyek selain itu perusahan tersebut namanya tidak tercantum dalam Layanan Pengadaan tahun 2023, melihat keadaannya proyek yang di kerjakan di lapangan dugaan tidak sesuai dengan anggaran 13 miliaran rupiah lebih cukup besar kemungkinan di gelebungkan.(red)

( Hari Seni 22 – 7 – 2024, Tim JS.com di suruh oleh walikota melalui penerima surat laporan di suruh mengadap inspektorat untuk konfirmasi namun Tim JS disepelekan akhirnya mengadapi Disperkimta juga di sepelekan )

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments